Platform yang menghubungkan desa yang memiliki kebutuhan dengan universitas dan tim mahasiswa yang memiliki kompetensi untuk membantu, berdasarkan kebutuhan, permasalahan, dan keahlian.
Setiap desa punya kebutuhan nyata, dan setiap tahun ribuan mahasiswa mencari tempat mengabdi lewat KKN. Potensinya sangat besar, tetapi belum tersalurkan dengan baik.
BPS, Potensi Desa 2024 (75.753 desa; 84.276 dengan kelurahan & permukiman transmigrasi)Sekitar 1 dari 7 desa belum mencapai status berkembang. Justru desa-desa inilah yang paling membutuhkan tangan dan keahlian dari kampus.
Kemendes PDTT, Indeks Desa Membangun 2024: 6.100 tertinggal + 4.363 sangat tertinggal dari 75.265 desaKompetensi mahasiswa sangat beragam, namun penempatan KKN sering ditentukan dari sisi kampus, bukan dari masalah dan keahlian yang benar-benar dibutuhkan desa.
BPS, 2021 (data nasional terbaru yang kami temukan)Desa membuat profil, lalu mempublikasikan masalah beserta kompetensi yang dibutuhkan. Kebutuhan tampil terbuka bagi semua universitas.
Universitas menjelajah kebutuhan desa lalu mengajukan kerja sama dengan kuota kelompok. Desa menyetujui atau menolak sekali; kebutuhan terkunci untuk pihak lain selama menunggu.
Kontak kedua pihak terbuka dan diskusi berlanjut di WhatsApp. Koordinator KKN mengirim konfirmasi kesepakatan tiap kelompok, desa tinggal menekan Sesuai.
Kerja sama Aktif. Pelaksanaan, laporan, dan arsip dokumentasi tersimpan sebagai riwayat desa.
SevaKarsa berkontribusi pada agenda SDGs melalui kolaborasi desa dan perguruan tinggi.
KKN menjadi pembelajaran kontekstual: mahasiswa menerapkan keilmuan pada masalah nyata.
Solusi berbasis kompetensi mendorong ekonomi dan usaha lokal desa.
Desa di mana pun punya kesempatan yang sama untuk terlihat dan dibantu kampus.
Perbaikan infrastruktur, lingkungan, dan layanan dasar permukiman desa.
Inti platform: kemitraan desa, universitas, dan mahasiswa yang terukur dan terdokumentasi.
Program dimulai dari kebutuhan yang dinyatakan desa sendiri.
Setiap desa terlihat oleh banyak universitas, bukan hanya yang punya koneksi.
Status, kesepakatan, dan laporan tercatat sehingga dampak bisa dievaluasi.
Riwayat dokumentasi tersimpan sebagai fondasi kolaborasi berikutnya.
Platform yang mempertemukan desa dengan universitas untuk program KKN. Desa mempublikasikan kebutuhan nyata, universitas mengajukan kerja sama, dan seluruh alurnya tercatat rapi sampai dokumentasi akhir.
Ada dua jenis akun: desa (pengaju kebutuhan) dan universitas (pengaju kerja sama). Pengelolaan dan verifikasi dilakukan oleh Super Admin. Mahasiswa peserta tidak perlu akun; koordinator KKN cukup menerima tautan konfirmasi.
Super Admin memeriksa dokumen pendukung dalam 1–2 hari kerja sebelum akun desa atau universitas aktif penuh.
Isi profil lengkap beserta kontak penanggung jawab, lalu unggah dokumen pendukung yang menunjukkan identitas lembaga (misalnya surat keterangan desa atau surat tugas kampus). Admin akan memeriksanya sebelum akun aktif.
Tidak. Setelah desa menyetujui kerja sama, kontak kedua pihak terbuka dan diskusi teknis dilakukan lewat WhatsApp. Platform hanya membuka kontak dan mencatat hasil kesepakatan.
Available: terbuka untuk pengajuan. Diajukan: menunggu keputusan desa (kedaluwarsa jika 7 hari tanpa respons) dan kebutuhan terkunci untuk universitas lain. Disetujui: kontak terbuka, koordinator berdiskusi dengan desa. Aktif: desa menyatakan kesepakatan sesuai. Jika ditolak, dibatalkan, atau kedaluwarsa, kebutuhan terbuka kembali.
Setiap desa dapat memiliki hingga 5 kebutuhan aktif sekaligus. Kebutuhan yang sudah selesai atau ditutup tersimpan di riwayat dan tidak dihitung lagi.
Desa punya waktu 7 hari untuk menyetujui atau menolak. Jika lewat, pengajuan kedaluwarsa otomatis dan kebutuhan kembali terbuka bagi universitas lain.
Pada satu waktu hanya satu pengajuan yang diproses. Selama menunggu keputusan desa, kebutuhan terkunci untuk universitas lain, dan terbuka kembali jika pengajuan ditolak, dibatalkan, atau kedaluwarsa.
Universitas menentukan berapa kelompok KKN yang akan diterjunkan (maksimal 20). Kesepakatan dikonfirmasi per kelompok, sehingga tiap kelompok punya koordinator dan catatan sendiri.
Koordinator KKN tiap kelompok mengirim konfirmasi lewat tautan khusus. Desa tinggal menekan Sesuai jika isinya cocok, atau meminta revisi (maksimal 2 kali per kelompok) bila ada yang perlu diperbaiki.
Sekitar 5 hari setelah pengajuan disetujui, universitas mendapat pengingat untuk melengkapi kesepakatan kelompoknya.
Tidak. Koordinator mengakses halaman konfirmasi lewat tautan unik yang dikirim universitas, tanpa perlu mendaftar.
Setiap perubahan status, seperti pengajuan masuk, disetujui, ditolak, atau kesepakatan dikonfirmasi, muncul sebagai notifikasi di dashboard Anda.
Semua kerja sama tersimpan sebagai riwayat di akun desa maupun universitas, sehingga jejak dampak dapat ditinjau kembali kapan saja.
Daftar sebagai desa atau universitas dan unggah dokumen pendukung. Setelah akun diverifikasi Admin (1–2 hari kerja), Anda bisa langsung masuk dan memakai semua fitur.
Bergabung sebagai desa atau universitas dan mulai terhubung untuk program KKN yang tepat sasaran.